Sabtu, 04 Januari 2014

ANALISIS DATA KUALITATIF

 Pengertian Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan mengtur secara sistematis transkip wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain yang telah dikumpulkan atau dihimpun oleh peneliti setelah melakukan proses pengambilan data dari lapangan. Kegiatan analisis data ini dilakukan dengan menelaah data, menata, membagi menjadi satuan-satuan sehingga dapat dikelola yang akhirnya dapat ditemukan makna yang sebenarnya sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditentukan.[1]
Menurut Patton yang dikutip Lexy J. Moleong dalam buku Metodologi Penelitian Kualitatif menjelaskan bahwa, analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan urutan dasar. Ia membedakannya dengan penafsiran, yaitu memberikan arti yang signifikan terhadap analisis, menjelaskan pola uraian, dan mencari hubungan di antara dimensi-dimensi uraian.[2]
Bogdan menyatakan bahwa, analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat difahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.[3]
Selanjutnya Nasution menyatakan bahwa melakukan analisis adalah pekerjaan yang sulit, memerlukan kerja keras. Analisis memerlukan daya kreatif serta kemampuan intelektual yang tinggi. Tidak ada cara tertentu yang dapat diikuti untuk mengadakan analisis, sehingga setiap peneliti harus mencari sendiri metode yang dirasakan cocok dengan sifat penelitiannya. Bahan yang sama bisa diklasifikasikan lain oleh peneliti yang berbeda.[4]
Berdasarkan hal tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa, analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
 Analisis data kualitatif adalah bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis.

2.      Proses Analisis Data
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum mamasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah di lapangan. Namun dalam penelitian kualitatif analisis data lebih difokuskan selama proses di lapangan bersamaan dengan pengumpulan data.
a.       Analisis sebelum di lapangan
Analisa sebelum memasuki lapangan adalah analisa terhadap data hasil studi pendahuluan yang akan dijadikan bahan untuk menentukan rumusan masalah atau fokus penelitian. Data ini bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama di lapangan.[5]
Jadi ibarat seorang ingin mencari pohon jati si suatu hutan. Berdasarkan karakteristik tanah dan iklim, maka dapat diduga bahwa hutan tersebut ada pohon jatinya. Oleh karena itu peneliti dalam membuat proposal penelitian, fokusnya adalah ingin menemukan pohon jati pada hutan tersebut, berikut karakteristiknya.Setelah peneliti masuk ke hutan beberapa lama, ternyata hutan tersebut tidak ada pohon jatinya. Kalau peneliti kuantitatif tentu akan membatalkan penelitiannya. Tetapi kalau peneliti kualitatif tidak, karena fokus penelitian bersifat sementara dan akan berkembang setelah di lapangan, maka peneliti akan merubah fokusnya, tidak lagi mencari kayu jati lagi di hutan, tetapi akan berubah dan mungkin setelah masuk hutan tidak lagi tertarik pada kayu jati lagi, tetapi beralih ke pohon-pohon yang lain, bahkan juga mengamati binatang yang ada di hutan-hutan.[6]

b.      Analisis selama di lapangan model Miles and Huberman
Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentetu, diperoleh data yang kredibel.
Miles and Huberman mengemukakan bahwa, aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara integratif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion verification.[7]
  Data reduction / reduksi data
Yakni data yang diperoleh dalam lapangan ditulis/diketik dalam bentuk laporan yang terinci. Laporan ini akan terus menerus bertambah dan akan menambah kesulitan bila tidak segera dianlisis sejak mulanya. Laporan-laporan itu perlu direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema atau polanya. Jadi laporan lapangan sebagai bahan mentah disingkatkan, direduksi, disusun lebih sistematis, sehingga lebih mudah dikendalikan. Data yang direduksi memberi gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan, juga mempermudah peneliti untuk mencari kembali data yang diperoleh bila diperlukan.
  Data display / display data
Data yang bertumpuk-tumpuk, laporan lapangan yang tebal, sulit ditangani , sulit pula melihat hubungan antara detail yang banyak. Dengan sendirinya sukar pula melihat gambaran keseluruhannya untuk mengambil kesimpulan yang tepat. Penyajinnya data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya.
  Conclusion verification / mengambil kesimpulan dan verifikasi
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sejak mulanya peneliti berusaha untuk mencari makna data yang dikumpulkannya. Untuk itu ia mencari pola, tema, hubungan, persamaan, dan hal-hal yang sering timbul, hipotesis, dan sebagainya. Jadi dari data yang diperolehnya ia sejak mulanya mencoba mengambil kesimpulan. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif yang diharapkan adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap, sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis, atau teori. Jadi kesimpulan senantiasa harus diverifikasikan selama penelitian berlangsung. Verifikasi dapat singkat dengan mencari data baru, dapat pula lebih mendalam bila penelitian dilakukan oleh suatu team untuk mencapai “intersubjective consensus” yakni persetujuan bersama agar lebih menjamin validitas.[8]

c.       Analisis data selama di lapangan model Spadley
Spadley (1980) membagi analisis data dalam penelitian, berdasarkan tahapan dalam penelitian kualitatif. Tahapan penelitian menurut Spadley adalah, bahwa proses penelitian kualitatif setelah memasuki lapangan, dimulai dengan menetapkan seorang informan kunci “key informant” yang merupakan informan yang berwibawa dan dipercaya mampu membukakan pintu kepada peneliti untuk memasuki obyek penelitian. Setelah itu peneliti melakukan wawancara kepada informan tersebut, dan mencatat hasil wawancara. Selanjutnya, perhatian peneliti pada obyek penelitian dan memulai mengajukan pertanyaan deskriptif, dilanjutkan dengan analisis terhadap hasil wawancara. Berdasarkan hasil dari analisis wawancara selanjutnya peneliti melakukan analisis domain. Pada langkah ini peneliti sudah menentukan fokus, dan melakukan analisis taksonomi. Berdasarkan hasil analisis taksonomi, selanjutnya peneliti mengajukan pertanyaan kontras, yang dilanjutkan dengan analisis komponensial, hasil dari analisis kompensional, selanjutnya peneliti menemukan tema-tema budaya. Berdasarkan temuan tersebut, selanjutnya peneliti menuliskan laporan penelitian etnografi.[9]
Jadi proses penelitian berangkat dari yang luas, kemudian memfokuskan, dan meluas lagi. Terdapat tahapan analisis data yang dilakukan dalam penelitian kualitatif, yaitu analisis domain, taksonomi, dan komponensial, analisis tema kultural.
à   Analisis domain (Domain analysis)
Memperoleh gambaran yang umum dan menyeluruh dari obyek/penelitian atau situasi sosial. Ditemukan berbagai domain atau kategori. Diperoleh dengan pertanyaan grand dan monitour.  Peneliti menetapkan domain tertentu sebagai pijakan untuk penelitian selanjutnya. Makin banyak domain yang dipilih maka akan semakin banyak waktu yang diperlukan untuk penelitian.  Untuk menemukan domain dari konteks sosial/obyek yang diteliti, Spadley menyarankan untuk melakukan analisis hubungan semantik antar kategori, yang meliputi sembilan tipe. Ke-sembilan tipe hubungan semantic tersebut adalah: strict inclusion (jenis), spatial (ruang), cause effect (sebab akibat), rationale (rasional), location for action (lokasi untuk melakukan sesuatu), function (fungsi), means-end (cara mencapai tujuan), sequence (urutan), attribution (atribut).
à   Analisis taksonomi (Taxonomic analysis)
Domain yang dipilih tersebut selanjutnya dijabarkan menjadi lebih rinci, untuk mengetahui struktur internalnya. Dilakukan dengan observasi terfokus. Hasil analisis taksonomi dapat disajikan dalam bentuk diagram kotak (box diagram), diagram garis dan simpu (lines and node digram), dan out line.
à   Analsisi komponensial (Componential analysis)
Mencari ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengkontraskan antar elemen. Dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi dengan pertanyaan yang mengkontraskan / mencari perbedaan spesifik setiap komponen. Misalnya, dalam anilisis taksonomi telah ditemukan berbagai jenjang dan jenis pendidikan. Berdasarkan jenjang dan jenis pendidikan tersebut, selanjutnya dicari elemen spesifik, dan kontras pada tujuan sekolah, kurikulum, peserta didik, tenaga kependidikan, dan sistem manajemennya.
à   Analisis tema kultural (Discovering cultural themes)
Analisis tema atau discovering cultural themes, sesunggunhnya merupakan upaya  mencari “benang merah” yang mengintegrasikan lintas domain yang ada (Sanapiah Faisal, 1990). Dengan ditemukan benang merah dari hasil analisis domain, taksonomi, dan komponensial tersebut, maka selanjutnya akan dapat tersusun suatu “konstruksi bangunan” situasi sosial/obyek penelitian yang sebelumnya masih gelap atau remang-remang, dan setelah dilakukan penelitian, maka menjadi lebih terang dan jelas.
Berdasarkan analisis tema budaya tersebut selanjutnya dapat disusun judul penelitian baru, apabila judul dalam proposal berubah setelah peneliti memasuki lapangan.[10]  

d.      Analisis data setelah di lapangan
Penelitian ini akan mengikuti alur analisa data seperti yang telah dikonsepkan oleh model Milles and Huberman ataupun Spadley. Penelitian sebelum dilapangan dilakukan dengan maksud untuk mempertajam fokus penelitian. Sedangkan analisa saat di lapangan adalah analisa pada saat penulis mengumpulkan data di lapangan. Pada saat wawancara peneliti langsung melakukan analisis terhadap pertanyaan atau jawaban yang diperoleh. Jika pertanyaan atau jawaban dianggap tidak sesuai dengan permasalahan yang ditentukan, maka peneliti harus segera merubah atau menyesuaikan secara proporsional.


0 komentar:

Posting Komentar

 

Im Counselor Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template