Pengertian
Analisis Data
Analisis
data adalah proses mencari dan mengtur secara sistematis transkip wawancara, catatan
lapangan dan bahan-bahan lain yang telah dikumpulkan atau dihimpun oleh
peneliti setelah melakukan proses pengambilan data dari lapangan. Kegiatan
analisis data ini dilakukan dengan menelaah data, menata, membagi menjadi
satuan-satuan sehingga dapat dikelola yang akhirnya dapat ditemukan makna yang
sebenarnya sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditentukan.[1]
Menurut
Patton yang dikutip Lexy J. Moleong dalam buku Metodologi Penelitian Kualitatif
menjelaskan bahwa, analisis data adalah proses mengatur urutan data,
mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan urutan dasar. Ia
membedakannya dengan penafsiran, yaitu memberikan arti yang signifikan terhadap
analisis, menjelaskan pola uraian, dan mencari hubungan di antara dimensi-dimensi
uraian.[2]
Bogdan
menyatakan bahwa, analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara
sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan
bahan-bahan lain, sehingga dapat difahami, dan temuannya dapat diinformasikan
kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data,
menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola,
memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang
dapat diceritakan kepada orang lain.[3]
Selanjutnya
Nasution menyatakan bahwa melakukan analisis adalah pekerjaan yang sulit,
memerlukan kerja keras. Analisis memerlukan daya kreatif serta kemampuan
intelektual yang tinggi. Tidak ada cara tertentu yang dapat diikuti untuk
mengadakan analisis, sehingga setiap peneliti harus mencari sendiri metode yang
dirasakan cocok dengan sifat penelitiannya. Bahan yang sama bisa
diklasifikasikan lain oleh peneliti yang berbeda.[4]
Berdasarkan
hal tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa, analisis data adalah
proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil
wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan
data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa,
menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan
membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
Analisis data kualitatif adalah bersifat
induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya
dikembangkan menjadi hipotesis.
2. Proses Analisis Data
Analisis
data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum mamasuki lapangan,
selama di lapangan, dan setelah di lapangan. Namun dalam penelitian kualitatif
analisis data lebih difokuskan selama proses di lapangan bersamaan dengan
pengumpulan data.
a. Analisis sebelum di lapangan
Analisa
sebelum memasuki lapangan adalah analisa terhadap data hasil studi pendahuluan
yang akan dijadikan bahan untuk menentukan rumusan masalah atau fokus
penelitian. Data ini bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti
masuk dan selama di lapangan.[5]
Jadi
ibarat seorang ingin mencari pohon jati si suatu hutan. Berdasarkan
karakteristik tanah dan iklim, maka dapat diduga bahwa hutan tersebut ada pohon
jatinya. Oleh karena itu peneliti dalam membuat proposal penelitian, fokusnya
adalah ingin menemukan pohon jati pada hutan tersebut, berikut
karakteristiknya.Setelah peneliti masuk ke hutan beberapa lama, ternyata hutan
tersebut tidak ada pohon jatinya. Kalau peneliti kuantitatif tentu akan
membatalkan penelitiannya. Tetapi kalau peneliti kualitatif tidak, karena fokus
penelitian bersifat sementara dan akan berkembang setelah di lapangan, maka
peneliti akan merubah fokusnya, tidak lagi mencari kayu jati lagi di hutan,
tetapi akan berubah dan mungkin setelah masuk hutan tidak lagi tertarik pada
kayu jati lagi, tetapi beralih ke pohon-pohon yang lain, bahkan juga mengamati
binatang yang ada di hutan-hutan.[6]
b. Analisis selama di lapangan model Miles
and Huberman
Analisis
data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data
berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada
saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang
diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum
memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap
tertentetu, diperoleh data yang kredibel.
Miles
and Huberman mengemukakan bahwa, aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara integratif dan berlangsung secara terus
menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis
data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion verification.[7]
☞ Data reduction /
reduksi data
Yakni data yang diperoleh dalam lapangan ditulis/diketik dalam
bentuk laporan yang terinci. Laporan ini akan terus menerus
bertambah dan akan menambah kesulitan bila tidak segera dianlisis sejak
mulanya. Laporan-laporan itu perlu direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal pokok,
difokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema atau polanya. Jadi laporan
lapangan sebagai bahan mentah disingkatkan, direduksi, disusun lebih
sistematis, sehingga lebih mudah dikendalikan. Data yang direduksi memberi
gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan, juga mempermudah peneliti
untuk mencari kembali data yang diperoleh bila diperlukan.
☞ Data display /
display data
Data
yang bertumpuk-tumpuk, laporan lapangan yang tebal, sulit ditangani , sulit
pula melihat hubungan antara detail yang banyak. Dengan sendirinya sukar pula
melihat gambaran keseluruhannya untuk mengambil kesimpulan yang tepat.
Penyajinnya data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan
antar kategori, flowchart, dan sejenisnya.
☞ Conclusion
verification / mengambil kesimpulan dan verifikasi
Langkah
ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman adalah
penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sejak mulanya peneliti berusaha untuk
mencari makna data yang dikumpulkannya. Untuk itu ia mencari pola, tema,
hubungan, persamaan, dan hal-hal yang sering timbul, hipotesis, dan sebagainya.
Jadi dari data yang diperolehnya ia sejak mulanya mencoba mengambil kesimpulan.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif yang diharapkan adalah merupakan temuan
baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau
gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap, sehingga
setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif,
hipotesis, atau teori. Jadi kesimpulan senantiasa harus diverifikasikan selama
penelitian berlangsung. Verifikasi dapat singkat dengan mencari data baru,
dapat pula lebih mendalam bila penelitian dilakukan oleh suatu team untuk
mencapai “intersubjective consensus” yakni persetujuan bersama agar lebih
menjamin validitas.[8]
c. Analisis data selama di lapangan model
Spadley
Spadley
(1980) membagi analisis data dalam penelitian, berdasarkan tahapan dalam
penelitian kualitatif. Tahapan penelitian menurut Spadley adalah, bahwa proses
penelitian kualitatif setelah memasuki lapangan, dimulai dengan menetapkan
seorang informan kunci “key informant” yang merupakan informan yang berwibawa
dan dipercaya mampu membukakan pintu kepada peneliti untuk memasuki obyek
penelitian. Setelah itu peneliti melakukan wawancara kepada informan tersebut,
dan mencatat hasil wawancara. Selanjutnya, perhatian peneliti pada obyek
penelitian dan memulai mengajukan pertanyaan deskriptif, dilanjutkan dengan
analisis terhadap hasil wawancara. Berdasarkan hasil dari analisis wawancara
selanjutnya peneliti melakukan analisis domain. Pada langkah ini peneliti sudah
menentukan fokus, dan melakukan analisis taksonomi. Berdasarkan hasil analisis
taksonomi, selanjutnya peneliti mengajukan pertanyaan kontras, yang dilanjutkan
dengan analisis komponensial, hasil dari analisis kompensional, selanjutnya
peneliti menemukan tema-tema budaya. Berdasarkan temuan tersebut, selanjutnya
peneliti menuliskan laporan penelitian etnografi.[9]
Jadi
proses penelitian berangkat dari yang luas, kemudian memfokuskan, dan meluas
lagi. Terdapat tahapan analisis data yang dilakukan dalam penelitian kualitatif,
yaitu analisis domain, taksonomi, dan komponensial, analisis tema kultural.
à Analisis domain (Domain analysis)
Memperoleh
gambaran yang umum dan menyeluruh dari obyek/penelitian atau situasi sosial.
Ditemukan berbagai domain atau kategori. Diperoleh dengan pertanyaan grand dan
monitour. Peneliti menetapkan domain
tertentu sebagai pijakan untuk penelitian selanjutnya. Makin banyak domain yang
dipilih maka akan semakin banyak waktu yang diperlukan untuk penelitian. Untuk menemukan domain dari konteks
sosial/obyek yang diteliti, Spadley menyarankan untuk melakukan analisis
hubungan semantik antar kategori, yang meliputi sembilan tipe. Ke-sembilan tipe
hubungan semantic tersebut adalah: strict inclusion (jenis), spatial (ruang),
cause effect (sebab akibat), rationale (rasional), location for action (lokasi
untuk melakukan sesuatu), function (fungsi), means-end (cara mencapai tujuan),
sequence (urutan), attribution (atribut).
à Analisis taksonomi (Taxonomic analysis)
Domain
yang dipilih tersebut selanjutnya dijabarkan menjadi lebih rinci, untuk
mengetahui struktur internalnya. Dilakukan dengan observasi terfokus. Hasil
analisis taksonomi dapat disajikan dalam bentuk diagram kotak (box diagram),
diagram garis dan simpu (lines and node digram), dan out line.
à Analsisi komponensial (Componential
analysis)
Mencari
ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengkontraskan antar
elemen. Dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi dengan pertanyaan
yang mengkontraskan / mencari perbedaan spesifik setiap komponen. Misalnya,
dalam anilisis taksonomi telah ditemukan berbagai jenjang dan jenis pendidikan.
Berdasarkan jenjang dan jenis pendidikan tersebut, selanjutnya dicari elemen
spesifik, dan kontras pada tujuan sekolah, kurikulum, peserta didik, tenaga
kependidikan, dan sistem manajemennya.
à Analisis tema kultural (Discovering
cultural themes)
Analisis
tema atau discovering cultural themes, sesunggunhnya merupakan upaya mencari “benang merah” yang mengintegrasikan
lintas domain yang ada (Sanapiah Faisal, 1990). Dengan ditemukan benang merah
dari hasil analisis domain, taksonomi, dan komponensial tersebut, maka
selanjutnya akan dapat tersusun suatu “konstruksi bangunan” situasi
sosial/obyek penelitian yang sebelumnya masih gelap atau remang-remang, dan
setelah dilakukan penelitian, maka menjadi lebih terang dan jelas.
Berdasarkan
analisis tema budaya tersebut selanjutnya dapat disusun judul penelitian baru,
apabila judul dalam proposal berubah setelah peneliti memasuki lapangan.[10]
d. Analisis data setelah di lapangan
Penelitian
ini akan mengikuti alur analisa data seperti yang telah dikonsepkan oleh model
Milles and Huberman ataupun Spadley. Penelitian sebelum dilapangan dilakukan
dengan maksud untuk mempertajam fokus penelitian. Sedangkan analisa saat di
lapangan adalah analisa pada saat penulis mengumpulkan data di lapangan. Pada
saat wawancara peneliti langsung melakukan analisis terhadap pertanyaan atau
jawaban yang diperoleh. Jika pertanyaan atau jawaban dianggap tidak sesuai
dengan permasalahan yang ditentukan, maka peneliti harus segera merubah atau
menyesuaikan secara proporsional.

0 komentar:
Posting Komentar